Mengapa kotaku banyak pengemis ?

21 Aug 2009

Akhir-akhir ini di banyak kota makin sering kita menyaksikan para gelandangan yang berkeliaran di sekitar kota. Khususnya di kota-kota besar, di sekitar lampu merah dan perempatan banyak kita jumpai para pengamen jalanan yang mendekati para pejalan yang sedang berhenti. Mereka memainkan ecrek-ecreknya tanpa mengeluarkan suara nyanyian seperti layaknya orang mengamen. Ya karena mereka masih terlalu kecil untuk mengetahui barang sebuah lagupun, mereka masih anak-anak yang seharusnya tetap di rumah bermain, tapi mengapa mereka ada di jalanan ? Kalau kita perhatikan di sekitar mereka ada orang dewasa yang mengawasinya, kita tidak tahu apakah mereka itu orang tuanya atau kerabatnya. Dari manakah mereka, apakah mereka dari sekitar tempat itu ? Kebanyakan mereka memang bukan dari daerah sekitar, kadang mereka didatangkan dari kota lain yang sedang diadakan operasi gepeng. Sepertinya mereka ada yang mengkoordinir.

Haruskah kita memberinya uang ?

Inilah dilema kita, kita inginnya jalanan kota bersih dari para pengamen, pengemis dan gelandangan. Kita tidak ingin melihat orang-orang di sekitar kita menderita seperti itu. Tapi disisi lain sebagai manusia, kita ingin membantu mengentaskan mereka dari kemiskinan dan lepas dari jalanan. Sehingga adakalanya kita memberi mereka sedikit uang yang ada. Tapi sayangnya mereka yang kita kasihani itu kadang menggunakan uang yang kita berikan untuk hal-hal yang tidak baik. Memang ada beberapa lembaga masyarakat yang menampung mereka dan memberikan bekal pendidikan atau keterampilan. Tapi kalau mereka ditanya lebih senang berada di jalanan. Tidak tahu kenapa ya. Hanya mereka yang tahu jawabannya.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post